Malam ini aku tak mampu untuk tidur.
Besok aku akan berangkat menuju Kota aku melanjutkan hidupku.
Aku merasa berat untuk beranjak dari kota kelahiranku ini
Aku belum siap dan tak mampu berpisah dengan Keluargaku disini
Walau jarak sebenarnya tak jauh,tapi aku serasa tak ingin..
Kalau aku pergi,siapa yang bakal bantuin Mamy memasak dan beres-beres dirumah??
Siapa nanti yang bakal mencuci dan menyetrika pakaian Mamy??
Siapa yang bakal ingatin Mamy untuk makan dan minum obatnya??
Siapa yang bantuin dia mikir kalo Mamy suka bingung??
Siapa yang nemenin dia belanja dan jemput keponakanku??
Siapa temennya beradu bahasa Inggris walau marpasir-pasir??
Siapa temen Mamy becanda bareng??
Siapa lagi yang bakal mau nyariin bulu ketiaknya kecuali aku!!
Hehehehe
Itu semua sudah kebiasaan aku yang jalani sama Mamy..
Aku tak ingin Mamy mengerjakan semuanya sendiri..
Aku juga takut nanti kondisi kesehatan Mamy drop dan stroke.nya kambuh.
Aku sangat mengkhwatirkan hal itu terjadi..
Mamy adalah hidupku sekaligus Sahabatku.
Apa-apa aku slalu critain tentang aku ama Mamy.
Mamy slalu pengertian denganku dan kontak batin kami sangatlah kuat.
Mamy orang yang akan slalu hadir ketika aku menangis karna suatu masalah atau apapun itu..
Tiada hariku yang tanpa kulewati tanpa Mamy..
Dalam hatiku berdoa:
"Tuhan,tolong bantu aku untuk jagain Mamy buat aku,karna sekarang mungkin aku bakalan tidak bisa selamanya bisa melewati hariku bersamanya.Karna aku juga ingin menjalani kehidupanku yang baru agar dia bangga denganku juga."
Tuhan,besok buat aku lebih mengerti lagi tentang hidup ini,yang walau jauh dari yang kuinginkan,tapi bantu aku untuk tetap mensyukurinya.
Aku sudah melepas cita-citaku,tapi aku ikhlaskan sepenuh hatiku.
Karna aku tahu juga,kalo aku bersikeras untuk cita-citaku maka banyak dampak yang harus diterima oleh saudaraku.
Tuhan,bantu aku untuk memberi dan memusatkan perhatianku untuk Jurusan kuliahku ini.
Bantu aku untuk bisa menjalaninya.
Bapa,aku tak ingin orang lain menderita karna aku dan aku tak akan membuat saudaraku tak dapat bersekolah karna aku.
Bapa,cukup hanya aku dan keluargaku yang tahu gimana kami sebenarnya.
Tuhan,keluargaku tak pernah ingin menghancurkan siapapun dan termasuk Ocha.
Ocha dan keluarga Ocha hanyalah suatu korban kehancuran dari keegoisan oranglain.
Bapa,aku tahu jarak tak begitu jauh dari Medan ke Sibolga.
Tapi bagiku itu sangat jauh,karna jarang bisa jumpa ama Mamy.
Tuhan,lindungilah mereka semua buatku.
lindungi keponakanku dan abang,kakak ku..
Tuhan biarkan mereka tetap mendekatkan diri kepadaMu.,
Bimbing mereka ya Bapa
Ketika cinta dihadapkan pada sebuah perpisahan.Pertentangan dari dalam keluarga dan sejuta hal yang membuatku terjatuh untuk meninggalkan.Ketika saat mencoba setia walau jarak memisahkan,namun badai Penghianatan menghancurkan cinta itu.Dan kini aku terasa mati dalam kehancuran,namun Tuhan membuatku kuat.Kisah ini,antara aku dan dia,keluargaku dan bersama Tuhanku Yesus Kristus akan tertuang disini,dalam sejarah hidupku.Semoga semua kisah asmaraku dengannya menjadi PLATO ETERNITY
Plato Eternity Ocha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar