Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Senin, 10 Oktober 2011

Masuk Rumah Sakit lagi

Aku terbaring lagi dikasur putih ini..
Kali ini beda lagi penyakit yang menggerogoti tubuhku ini..
Badanku lemas,pucat,bibir pitih beku,suhu tubuh tinggi,keringat dingin bercucuran yang disertai demam..
Nafasku tak sempurna,sesak sekali..

Hari itu,tepat tanggal 06 Oktober 2011 aku jatuh terkulai dilantai..
Sejak pagi memang aku sudah merasa sesak didadaku ini dan selalu gelisah..
Ntah mengapa aku terpikirkan perkataan Wahyu semalam,katanya kami tak akan mungkin balikan lagi..
Membuat aku merasa murung dan sesak didadaku,ada rasa sakit dan kecewa..
Tapi aku berusaha untuk menepisnya dan semua rasa luka yang sudah kudapat selama 4 bulan terakhir dulu itu..

Siang itu,aku memilih untuk gak balik ke kost'an dan ketempat kawan menghabiskan waktu sebelum nanti siang masuk kuliah..
Kami tertawa dan bercanda bersama ditempatnya..
Temen"ku ngelihatin semua koleksi fotoku dan Dia di Notebook..
Mereka Godain aku,namun aku hanya membungkam..Karna semua tak seindah yg mereka pikirkan..

Siangnya,kami kembali kekampus..
Saat lagi dalam proses belajar Seminar Keperawatan Profesional,entah mengapa aku tiba" melamun..
Rasa sesak didada,dan mual mulai menyerangku..
Aku berusaha menahannya,namun aku tak tahan lagi dan permisi ke Toilet dengan temenku..
Disana aku mual,dan memuntahkan makan siangku tadi..
Lalu nafasku sesak,dadaku nyeri sekali disebelah kiri..
Tak mampu menahan rasa sakit,akhirnya aku jatuh terkulai dilantai..
Aku tak tahu apalagi yang terjadi padaku saat itu..

Temanku hanya bercerita padaku bahwa aku pingsan,jatuh kelantai dekat kamar mandi..
Temanku langsung berlari memanggil Dosen dan temen-temenku..
Aku diangkat keatas meja dan diberi asuhan keperawatan..
30 menit aku dirawat,ternyata Masih saja sesak didadaku kumat dan bahkan lebih parah..
Sakit pada dadaku dan aku seperti tercekik,tak dapat bernafas..

Akhirnya aku dilarikan ke Rumah Sakit dengan hanya menggunakan Tank top dan rok yang sedikit terbuka..
Aku masuk ruang UGD dan dipasang alat bantu Oksigen,dan langsung diperiksa..
Namun sama saja tak ada perubahan,dan akhirnya aku dipasangin Ampu ( alat bantu bernapas uap)..
Ternyata kondisiku diperburuk lagi dengan kondisiku yang kejang-kejang dan sulit bernafas..
Dan karna tak mampu lagi,akhirnya aku pingsan dan aku masih aja merasa sesak dan bengek..

Satu jam aku tak sadarkan diri..
Seluruh badanku dingin beku..
Aku kedinginan sekali saat itu..
Sayup-sayup suara temanku pun ternyata tak dapat kudengar ketika mereka menceritakan semua ini padaku..
Mereka berulangkali memanggil namaku dan menyadarkan aku..
Tapi mataku tak kunjung juga terbuka saat itu,tekanan darahku pun turun katanya..
Entah mengapa,saat aku pingsan aku merasa ingin saatnya itu aku langsung kembali kepangkuan Bapa..
Aku ingat semua pergumulanku saat itu..
Aku rela meninggalkan semuanya,asal nanti ada sebuah kebahagiaan yang abadi datang pada keluargaku dan Wahyu yang sangat aku cintai..
Temenku berkata,saat aku pingsan ternyata aku meneteskan airmata..
Mereka berkesimpulan bahwa hatiku sedabg terluka dan itu betul sekali..

2 jam sudah aku tersentak dan sadar..
Aku membuka kedua mataku dan melihat teman-teman kuliahku sedang asik menanti aku untuk membuka mataku..
Sebagian lagi sedang asik menghubungi kedua orangtuaku dan kerabatku..
Ada yang tengah memanjatkan doa kepada Tuhan juga..
Sungguh sukacita yang luar biasa dalam hidupku saat itu..
Mereka keluarga baruku begitu perhatian dan care denganku..

Mereka mengabari Kedua orangtuaku dan Mamy ku..
Aku menangis saat tahu kalo mereka mengabari Mamy tentang aku..
Karna aku takut itu jadi beban pikiran Mamy dan aku menangis sejadi-jadinya ketika tahu ternyata Mamy juga baru kecelakaan dan badannya memar semua..
Aku histeris dan nafasku sesak lagi dan aku jatuh pingsan..
Akhirnya aku dipindahin ke Ruangan tersendiri dan agar bisa lebih reflek..
Dan setelah itu aku dipindahin keruangan Merak 4.Lantai II..

Aku jadi penghuni ruangan itu selama 4 hari..
Aku sedih tak ada kerabat atau keluarga kandungku yang hadir menemaniku saat itu..
Tiba-tiba terlintas dibenakku nama Wahyu..
Yach,aku butuh dia hadir disini..
Tapi aku tak ingin ngabarin dia,karan ternyata aku tak siapa-siapa lagi..
Ingin memang berjumpa dengannya dan memeluknya saat ini.
Aku sangat mencintai dia,namun dia bukan milikku lagi..
Sedih rasanya mendengar perkataannya itu pada malam kemarin..
Aku hanya bisa menangis dan membasahi kasur putih ini..
Sedih sekali akan semua ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar