Aku tau apa yang dia rasakan saat ini.
Aku tak mampu berdiri tegak disini hanya diam melihat airmata Mamy menetes.
Tuhan,aku tahu sakit sekali mengetahui kabar itu,karna apa yang dirasakan Mamy,aku juga merasakannya saat ini dari Wahyu..Ma,kita sama sekarang.
Sama" merasakan bagaimana sakitnya jika cinta dibalas dengan dusta...
"Saat aku ingin bercerita mengungkapkan kekecewaanku pada Mamy,Dia slalu ada waktu buatku.
Aku??,mengapa hanya berdiri didepan pintu ini??"Pikirku
Aku ingin sekali menghapus airmata Mamy itu,dan memeluknya..
Membiarkan dia mengungkapkan perasaannya lewat airmata itu.
Tapi aku tau bangat,kalau aku tiba" masuk,Mamy pasti tak ingin menangis dihadapanku..
Padahal aku tahu dia sedang terluka,sama seperti aku..
Aku hanya bisa berkata dalam hati.
"Ma,jangan menangis lagi..
Aku tak ingin melihat air mata itu.
Aku tak tahan jika harus melihat Mamy meneteskan air mata.
Mamy,Ocha sayang skali ama Mamy!
Aku tahu bebanmu sudah cukup besar menjalani getirnya hidup ini.
Menjalani smua Kepahitan hidup ini dan tak pernah mengeluh.
Kau hanya diam,dan menyimpan kesakitan itu dihatimu.
Tanpa mau membaginya kepada kami anak-anakmu.
Mamy,aku akan gantikan hidupku jika bisa membuatmu slalu bahagia.
Jika bisa mengembalikan senyummu yang dulu dalam keluarga kita.
Ma,biarkan aku yang memikul bebanmu itu.
Ma,aku lemah tak berdaya jika harus melihatmu menangis.
Mamy...
Tekadang aku ingin berlari sekencang-kencangnya tanpa tau arah.
Aku ingin berteriak dan melepaskan sgala rasa kecewaku jika harus melihat Mamy menangis.
Ma,biarkan aku yang meninggalkan dunia ini untuk kebahagiaanmu"
Jangan pernah mengelabui aku ma,berusaha tersenyum didepanku tapi hanya setengah.
Karna aku tahu luka itu sangat dalam..
Mamy,sungguh luar biasa hatimu.
Memaafkan meski terus dilukai..
Aku belajar ketegaran darimu.
Aku belajar bersabar menjalani suatu hubungan.
Belajar untuk tak membenci ataupun balas dendam meski Bapak menyakiti hatimu,begitu juga ketika Wahyu menyakiti hatiku.
Cintamu sungguh tulus dan murni buat Bapak dan Keluarga ini.
Cintamu yang tulus,tak akan tergantikan oleh siapapun didunia ini..
Cintamu kepada Bapak dan kami putra/putrimu.
Ma,aku sayang sekali ama Mamy..
Maaf jika aku hanya bisa berdiri didepan pintu ini melihat engkau menangis..
Aku akan tukar airmatamu itu dengan kebahagiaan yg lebih..
31 Agustus 2011:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar