Mamy adalah sosok Ibu yang sangat kubanggakan..
Dia adalah orang yang sangat aku cintai dan sayangi dalam hidupku..
Dia adalah sahabatku,dikala aku sedih dengan keadaan yang menimpaku,dia slalu menguatkan aku dan memberi aku semangat..
Ketika aku sedih,aku langsung berlari kepelukan Mamy,dia akan memelukku,,menghapus airmataku,dan mengelus rambutku sambil berkata,"
jangan menangis inang,kita harus tegar.Gak ada masalah yg gak bisa diselesaikan.Kau boruku yang kuat!"
Mamy slalu berkata seperti ini jika aku menangis,dan Mamy akan mengizinkan aku untuk tidur dalam pelukannya jikalau aku sedih..
Mamy orang yang paling mengerti aku..
Aku belum pernah membuat mamy sedih karna sifatku..
Dan aku tak akan membiarkan hal itu terjadi..
Aku tak akan tahan jika melihat airmata Mamy menetes..
Cukup sudah selama ini Mamy meneteskan airmata karna kelakuan Saudaraku yang tak menghargai betapa lelahnya perjuangan seorang Mamy untuk hidup mereka yang slalu menuruti kemauan mereka,tapi sama sekali tak menghargai itu,dan malah menghancurkan perjuangan seorang Ibu..
Mamy selama ini cukup sangat berperan dalam kehidupanku hingga aku tumbuh besar seperti sekarang..
Dia slalu berjuang untuk membuat aku mampu tetap bersekolah,sampai aku kejenjang pendidikan yang tinggi..
Dia slalu membela aku dihadapan Bapak yang jika tak mendukungku..
Apakah kalian tahu seberapa kuatnya hati Mamy kuh??
Pernahkah terbayang dipikiran kita bagaimana jika sosok Ibu yang selama ini menemani hidup kita harus pergi meninggalkan kita??
Aku sama skali tak ingin membayangkannya,karna hidupku tanpa Mamy adalah kosong..
Mamy adalah separuh hidupku,tak akan kubiarkan siapapun menyakiti hatinya lagi dan membuat dia meneteskan airmata lagi...
Aku sangat mencintaii Mamy kuh...
Aku belum siap kehilangan Mamy kuh...
Pernah suatu hari aku mengetahui Mamy kuh sakit dan hipertensinya kambuh karna ulah saudaraku yang gaduh..
Waktu itu aku masih kelas 2 SMA...
Saat aku duduk kelas 2 SMA,hanya aku teman Mamy dirumah..
Smua saudaraku telah berkuliah keluar kota..
Tapi ketika mereka libur dan balik kerumah,mereka hanya berantam dan membuat emosi Mamy naikk...
Aku mendapat telfon bahwa Hipertensi Mamy kambuh,aku panik setengah mampus,tubuhku pucat dan gemetarann...
Aku takut Mamy ninggalin aku,karna selama ini dirumah hanya akan ada aku dengan Mamy jika mereka kuliah..
Aku hampir pingsan dan membuat sahabatku panik dengan kondisiku..
Pikiranku benar-benar buyar,aku hanya memikirkan Mamy kuh..
Aku tak ingin dia meninggalkan aku,aku masih sangat membutuhkannya..
Aku cukup sabar dengan saudaraku yang suka menyakiti hati Mamy kuh..
Tapi sekarang aku tak akan terdiam,aku akan marah...
Abang dan kakakku sama skali tak menyadari kondisi Mamy yang sudah tua dan tak sadar dengan kondisi kesehatannya..
Mamy sudah dua kali kena gejala Stroke,jika sampai sekali lagi kena,aku bakal merasa tak berarti apa-apa lagi..
Aku bakal membenci keadaan itu dan membenci orang yang telah menyakitinya..
Aku tak ingin Mamy mengikut semua saudaranya yang meninggal karna kena stroke..
Karna itu adalah penyakit yang sudah turun-temurun dari keluarganya..
Aku masih ingin Mamy melihat aku bisa meraih baju Sarjanaku dan masih ingin Mamy melihat aku menikah dengan orang yang aku cintai.
Dan jika Tuhan mengijinkan,aku masih ingin Mamy menggendong cucunya dari aku...
Mamy,jangan tinggalin Ocha..
Ocha masih butuh Mamy..
Aku sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Mamy..
Mamy adalah orang yang sangat kubanggakan dan sangat ingin kubahagiakan dalam hidupku..
Ocha luph Mamy...