Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Rabu, 24 Agustus 2011

Sebatas Mimpi

Pagi" buta sekitar jam 5 pagi,aku mendengar suara ketukan pintu.
Aku terkejut siapakah itu,lalu aku bergegas membukakannya dan aku menemui bahwa ternyata itu Kka Chow..
Aku hanya terdiam melihatnya dan heran.
Aku tak mempunyai keberanian menyapanya.
Karna dia bukan seperti Kka yang dulu aku kenal.
Dia sudah jauh berbeda,pikirku..

Dia memandangiku,dan aku tetap diam..
Akhirnya dia menyapaku dan memelukku.
Dia berkata bahwa dia sangat merindukanku.
Aku tak percaya semua itu.
Bukankah Wahyu selama ini sudah tak memikirkanku dan lupain aku dan cinta yang selama ini ada semenjak dia mengejar masa depannya??,Batinku..

Sungguh hangat dekapaannya itu,sama seperti pertama skali cii Kka memelukku.
Tuhan,sungguh indah saat ini..
Dia sudah kembali,dia adalah orang yg slama ini kunanti..
Trimakasih Tuhan buat kesempatan yang kau bri sehingga aku bisa segini dekatnya dan bisa menatap wajahnya sedekat ini..

Hatinya,sikapnya,dan perhatiannya dulu masih sama seperti dulu.
Hanya saja penampilannya berbeda sejak 2 bulan terakhir yang lalu dia mengejar msa depannya.
Sungguh aku bahagia sekali,aku bisa menggenggam tangannya..
Ternyata dia baru pulang dr kota itu,tapi dia terlebih dahulu menemui aku karna merindukanku..

Saat tengah asik melepas rindu,ternyata kka qu melihat kami dan marah ama dia karna pagi hari sekali dia datang.
Ternyata kka mengadu dengan saudaranya.
Akhirnya dia dijemput dan dimarahi..
Dan aku pun kecewa dengan kka ku.
Katanya dia tak ingin melihatku menangis karna dia,padahal saat itu aku bahagia banget.
Aku marah dan sakit hati,semua bakal hancur,pikirku..
Ntah napa tiba" hatiku sakit,sulit bernafas,dan aku jatuh pingsan.
Dari situlah aku sadari bahwa aku ternyata mimpi.
Aku memimpikan dia.
Tapi walau hanya mimpi,aku merasa bahagia karna aku bisa memeluk dan sedekat itu dengannya.
Trimaksih TUHAN,walau hanya sebatas mimpi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar