Ketika cinta dihadapkan pada sebuah perpisahan.Pertentangan dari dalam keluarga dan sejuta hal yang membuatku terjatuh untuk meninggalkan.Ketika saat mencoba setia walau jarak memisahkan,namun badai Penghianatan menghancurkan cinta itu.Dan kini aku terasa mati dalam kehancuran,namun Tuhan membuatku kuat.Kisah ini,antara aku dan dia,keluargaku dan bersama Tuhanku Yesus Kristus akan tertuang disini,dalam sejarah hidupku.Semoga semua kisah asmaraku dengannya menjadi PLATO ETERNITY
Plato Eternity Ocha
Senin, 15 Agustus 2011
Beberapa bulan terakhir ini bertubi-tubi masalah datang menghadangku..
Seakan-akan ingin merobohkan aku.
Masalah yang datang berasal dari dalam dan luar lingkungan hidupku..
Memicu sistem kerja otakku untuk berpikir bagaimana cara mengatasi dan menyelesaikannya..
Beberapa kali masalah ini ingin menjatuhkan aku karna tak sanggup menghadapinya..
TErkadang ingin menangis sejadi-jadinya sebagai luapan perasaanku yang sedang terluka dan kecewa berat
Tak ada sahabat yang mau mendengar keluh-kesahku,mereka sibuk dengan diri mereka sendiri.
Tak ada Kekasih disampingku ketika aku jatuh,karna beberapa masalah ini juga terjadi antara aku dan dia.
Tak ada keluarga yang mendengarkan aku bercerita,karna keluargaku juga membuat aku sebagai korban keegoisan salah satu anggota keluargaku..
Aku hanya sendiri ditengah masalahku ini..
Tiap malam tak dapat tertidur dan slalu terjaga memikirkan semua ini.
Berusaha kutepis semua ini,namun tak sanggup.
Hingga dimalam itu,kubuka albumku My Saviour.
Disana ada gambar Papa Yesus.
Hatiku tergerak dan tersadar bahwa aku tak kesepian.
Aku masih memiliki Papa Yesus tempatku untuk mengadu..
Suatu malam tepatnya pkl.00.24,aku memutuskan untuk bersekutu dengan Papa Yesus.
Aku mulai menaikkan lagu pujianku untukNya "Aku berdiam dikesunyian,dikeheningan BaitMu Bapa.Tanpa kata dan tanpa bahasa hanya menunggu Engkau Tuhan.Yesus Tuhanku,Kau paling mengerti,rapuh hati ini,letih jiwa ini,jamah ya Tuhanku..Jamah ya Tuhanku.
Sbab Engkaulah Allah yang paling mengerti"
Setelah lagu kunaikkan,aku mulai bercakap-cakap dengan Allah didalam doaku.
Aku bergumul,berseru,dan bercerita kepadaNya tentang masalahku.
Kuungkapkan smua hal yang mengganjal dalam hidupku..
Kuserahkan smua perkara yang datang dari keluargaku tentang pendidikanku.
Kuserahkan masalah yang mendatang hubunganku dengan Wahyu.
Kuserahkan smua masalh yang memandang sebelah mata tentang diriku dan keluargaku..
Semua terungkap begitu saja dari diriku.
Aku tak dapat berdiam diri menahan dan mendiamkan semua yang datang.
Aku tahu malam itu aku tak dapat melihat Allah secara nyata ada didepanku untu mendengarku.
Tapi aku bisa merasakan Dia hadir disampingku,Dia mendengarku dan sedang tersenyum kapadaku..
Kukatakan kepada Allah,"Bapa,aku sangat mencintai Keluargaku,Orangtuaku,saudara,dan kekasihku Wahyu..
Dan aku memohon kepada Bapa untuk menganugrahkan aku kekuatan untuk menghadapi setiap persoalan yang datang.
Masih kuingat lembut suaraMu kedengar ketika aku hendak terungkur jatuh karna tak mampu menghadi ini semua,kau menopangku dan berkata padaku untuk tetap bangkit dan menghadapi segalanya.
Aku cinta Kau Papa Yesus.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar