Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Sabtu, 01 Oktober 2011

Perasaan ini

Pagi ini aku bermimpi tentangnya lagi..
Dia hadir dalam mimpiku..
Aku tak mengerti sama skali tentang mimpi ini..
Mimpi ini membuat jantungku berdegup cepat dan nafasku memburu..

Aku bermimpi ketemu ama Wahyu saat dia tengah berkemas untuk pulang ke Siantar bersama temannya..
Aku dan dia berpapasan,dan saat itu Kak Nova juga bersama denganku..
Saat berpapasan,Wahyu menyalami Kak Nova,namun tidak begitu denganku..
Aku lari dan menjauh darinya meninggalkan Kak Nova dan Wahyu..
"Kak Nova berbincang dengannya dan mengatakan Kecewa dengan Wahyu..
Kak Nova kecewa dengannya karna telah nyakitin hati Ocha..
Dan membuat Ocha tiap hari itu menangis..
Tak ada seulas senyum pu hadir dalam hari-harinya..
Tertawa lepas pun dia tak mampu sama skali.."

"Dia hanya mikirin perasaanmu,mikirin kebahagiaanmu,mikirin senyummu agar kembali seperti dulu..
Gag tau kah kau dek seberapa tulusnya Cinta dan hati adekku itu untukmu..
Dia tak pernah ingin membalasnya,malah marah sama kami kalau Kakak marahin Kau..
Betapa sangat dia mencintaimu,sangat menyayangimu
Peka gak kau dek ama perasaannya itu??
Kenapa kau tega ama adekku itu,kau benar-benar sudah menghancurkan dia"

Aku melihat kakakku itu menangis dari kejauhan dan dia mendatangi aku dan meninggalkan Wahyu..
"ayo dek kita pergi dari sini,lupakan dia..dia gak bakal ngerti dan sepertinya memang dia sudah lupain kamu.."
Saat mendengar hal itu aku langsung memeluk kakakku itu dan menangis..
Kakak pun ikit menangis saat itu,namun dia menghapus air mataku dan melarang aku nangis lagi
"Sudah dek,jangan tangisi orang seperti dia.Dia manusia tak punya hati.."

Kami pun berjalan meninggalkan tempat itu..
Saat tengah berjalan,ternyata Wahyu mengejar kami dari belakang..
Wahyu menarik tanganku dan meminta aku jangan pergi..
Tanganku sakit sekali saat aku berusaha melepas genggaman tangannya..
Dia tak mau melepaskan tanganku ini..

"Beri aku sedikit waktu Cha untuk berbicara denganmu..
Aku ingin jelasin semuanya..
Aku masih sangat mencintaimu cha,masih tetap sayang seperti dulu..
Cha,maapin Wahyu..Wahyu udah nyakitin hati Ocha sampai sedalam ini..
Wahyu mau menebus kesalahan yang dulu.."

Namun aku tak menghiraukannya dan berlari dari hadapannya..
Entah mengapa hati ini tak kuat lagi jika harus bertatapan dengan wajahnya.
Rasanya hati ini sakit sekali dan ingin menangis..
Lebih baik rasanya aku menatap dia dari kejauhan tanpa dia ketahui sambil tersenyum bahagia..
Aku merasa kalau seperti itu cukup buatku.

Dia tak mengejar kami lagi,dia masih terbungkam sendiri disana
Namun,Dia mengejarku lagi dengan membawa semua barang kenangan kami dulu..
"Cha,Wahyu masih simpan semua ini,,Wahyu bener-bener masih sayang sama Ocha..
Maapin Wahyu,cha..."

Aku benar-benar lemah sekali saat itu,apalagi jika harus mengungkit semua lagi dan bertemu dengannya..
Entah kenapa batin ini tak kuat dan ingin rasanya duniaku runtuh saat itu..
Karna sudah sekian lama aku merasakan sakit yang luar biasa ini,tanpa dia sadari..
Semua kulakukan demi kebahagiaannya,dan aku berjuang sendiri untuk mengobati lukaku ini..
Ini semua demi Wahyu,demi cintaku yang besar untuknya..
Cukuplah apa yang kutrima darinya,tersakiti,terhianati,dan kebohongan-kebohongan darinya selama ini..
Aku hanya bisa diam dan memaafkannya..
Aku tak ingin membalasnya sama sekali,karna ini cintaku yang tulus padanya..

Wahyu,andai kamu mengerti pengorbanan ini (Batinku)

Saat aku tengah berlari dan menjauh lagi darinya,dia terus mengejarku dan langkahku pun terhenti..
"Apa maumu,sudahlah Wahyu..Jangan ganggu Ocha lagi..
Semua hanya tinggal kenangan,sekarang Wahyu udah gak akan tertekan lagi,dan senyummu akan kembali seperti dulu..
Wahyu sudah Ocha lepas.sekarang terbanglah kemana Wahyu mau dan sejak awal itu sudah wahyu lakuin..
Biarkan Ocha sendiri melawan dan mengobati rasa sakit ini..
Ocha memang masih cinta dan bahkan sangat mencintai dan menyayangi Wahyu..
Tapi Wahyu gak akan mengerti!!!"
(Ucapku sambil menangis)

Saat aku menangis,Wahyu langsung memelukku dan mengelus rambutku sambil berbisik
"Maafkan wahyu,cha..
Wahyu sudah sangat melukai hati Ocha yang sesungguhnya sangat mencintai Wahyu.."\

Wahyu pun ikut menangis dan hangat dekapannya ditubuhku masih seperti dulu..
"Aku rindu hangat dekapan ini,trimakasih Tuhan,aku masih bisa merasakan dekapan orang yang sangat aku cintai ini.
Biarkan sejenak aku menikmati pelukan ini Bapa,karna aku sangat merindukan Dia" (Batinku)

Hanya sejenak aku mampu menikmati dekapan itu,namun semua hilang..
Karna itu hanyalah sebatas mimpiku saja yang tak mungkin dapat terjadi dalam kehidupan nyataku saat ini..
Tak mampu memainkan egoku untuk mengembalikan semuanya..
Hanya ingin melihat dia tersenyum bahagia tanpa beban

#Wahyu,sangat mencintaimu..
Semoga Wahyu bahagia selamanya..
Dan berikan Ocha satu senyuman terindah itu nantinya!!
24 April 2010..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar