Bandara Polonia..
Aku mengantar kakakku mau berangkat ke Jakarta..
Hari itu aku sudah keluar dari tempat yang menyiksaku itu.
Dengan masih sedikit merasa nyeri tubuh ini,aku berusaha menahan dan kuat..
Aku ingin ikut bersama kakak ke Bandara,aku mau melihat dia pergi..
Aku membantu dia mengangkat barangnya ke Trolly..
Aku berusaha tampak sehat dihadapan kakak..
Aku tak ingin kakak sedih lagi karna keadaanku sekarang ini
Aku melihat dia Chek-in dan aku menungggu dia diluar..
Setelah kakak Chek-in,dia keluar menjumpai aku..
Masih ada waktu setengah jam lagi katanya buat Landing.
Dia tersenyum kepadaku dan menanyakan bagaimana keadaanku,apakah masih sakit..
Aku menjawab kalo aku sehat-sehat saja,aku kuat koq kak..
Lalu si Kakak memelukku sambil menangis
"Jaga dirimu baik-baik adekku,jangan sakit lagi.Kau harus berjuang sendiri sekarang disini.
Jangan pikirin gimana Mamak dan Bapak dan jangan pikirin si Wahyu lagi.
Sudah cukup airmata mu itu dek,kakak ngerti seberapa besar kau cinta sama dia,kau rindu sama dia.
Tadi pagi kakak sengajamembawamu kesana,kakak ajaknya kau turun dari mobil waktu sampai ditempatnya,tapi kau gak mau,kau malah nangis dipelukakanku.
Sudah cukup menderitanya kau adekku."
Aku hanya bisa menangis dan memeluk kakakku ini mendengar semua perkataanya ini..
aku tak nyangka ternyata kakak sepengertian ini amaku.
Aku tak ingin melepasnya,bahkan tak ingin dia pergi dari hadapanku dan ninggalin aku disini.
Aku masih ingin kakaku disini Bapa,aku butuh dia.
Aku dan Kakak menangis sejadi-jadinya..
Lalu Kakak mengepalkan jarinya dihadapanku dan mengajak aku mengikrarkan janji bersamanya.
Kami mengikrar janji..
"Kau harus berjuang dek diMedan ini,kau si Pembuka dan Kakak si Penutup.
Kakak pun disana bakal berjuang,kita sama-sama berjuang dek.
Kita sama-sama bawa dalam doa keluarga kita ini.
Jangan kau berpikiran untuk Pergi gara-gara semua ini.
Kalau kau mati,siapa lagi adekku,siapa adekku yang pintar kayak kau.
Adekku yang dulu kupikir masih anak-anak tapi ternyata sudah dewasa dan adekku yang tak kusangka bisa marah samaku karna aku memang salah dan menegor aku.
Kita sama-sama berjuang untuk mengembalikan kedaan keluarga kita dulu.
Tuhan ngerti tiap tetesan airmata kita yang mendoakan Bapak dan Mamak.
Di akan membuat segala sesuatunya Indah.
Jangan nangis lagi yach,jaga kesehatanmu baik-baik,jangan lupa minum obatnya.
Lalu kakak memeluk aku lagi.
Aku berhenti menangis dan menghapus airmata kakakku.
Lalu aku mengajak kakakku berjanji lagi.
"Kakak juga jaga kesehatan kakak disana,jangan lagi berpikiran untuk mengakhiri hidupmu,
Jangan coba-coba untuk Bunuh diri untuk ikut sama abang kita itu.Kalau kau pergi siapa kakakku??
Kakak yang pengertian seperti ini sama aku.
Apa kakak tega membiarkan keponakanku itu hidup sebatang kara??"
Kakak pun menangis dan memelukku.
Tak memikirkan waktu sudah berapa lama kami menangis bersama,terdengar suara panggilan untuk para penumpang Boarding.
Lalu kakak pamitan samaku dan menyalami aku.
Dia memeluk aku lagi,dia menyuruh aku pulang dan mengantar aku kedepan parkiran.
Aku tak mau,biarkan aku yang melihat kakak masuk dan berangkat.
Tapi kakak gag tega sama aku dan khawatir sama keadaanku dan akhirnya aku pulang.
Aku tak mampu melepas genggaman tangan Kakakku ini.
Aku pergi dan melepas genggaman tangannya,Kakak masih menangis begitu juga dengan aku.
Aku pergi sampai Kakak sudah tak terlihat lagi.
Selam diperjalanan aku masih terus menangis,begitu juga setelah sampai di Kost"an.
Aku menangis,dan tak perduli dengan kesehatanku sendiri yang belum makan seharian itu.
Padahal aku belum pulih total saat itu,dan aku masih merasa lelah setelah pulang dari Siantar tadi pagi.
Aku pun langsung berdoa kepada Tuhan untuk memohon kekuatan dariNya.
Memohon agar Kakakku selamat sampai tujuan.
Memohon untuk memulihkan hati dan pikiranku.
Dan memohon supaya kami mampu mengembalikan keutuhan Keluarga kami lagi.
Memohon supaya Wahyu diberkati meski aku disakitinya.
TERIMAKASIH TUHAN!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar