Tadi siang Mamy nelpun Ocha..
Ocha nanyain gimana kabar Mamy disana.
Mamy juga nanyain kabar Ocha bagaimana??
"Sehatnya Kau Inang??Gimana kuliahmu,makannya kau kan??"
Begitulah Mamy bertanya padaku..
Entah kenapa tiba-tiba aku menangis mendengar kekhawatiran Mamy ini samaku..
"mengapa Kau Inang?? Boasa gabe tangis.na adong do masalahmu??"
Aku tak menjawab hanya terus menangis...
"Jangan nangis,ayo cerita sama Mamy.."
Aku cerita sama Mamy dengan terbata-bata mengatakan bahwa aku putus ama Wahyu..
Tangisku semakin menjadi sekali..
"Jangan nangis Inang,sudahlah..kapan kalian putus??"
Aku meneruskan pembicaraanku dengan Mamy lewat telpun..
Kemarin Wahyu mutusin aku Mamy,Ocha sayang kali sama dia,Mamy tau sendirikan..
Ma,kenapa dia begini sama Ocha??
Dulu dia yang bilang sama Ocha tetap bertahan meski sesakit papun itu,tapi sekarang Dia pergi ninggalin Ocha ma"
Ma,Ocha sakit kali menerima semua ini.Ocha udah berusaha sekuat yang Mamy bilang tetap menuruti maunya dan bertahan dan ngasih sluruh cinta ocha ama dia.Tapi apa yg Ocha dapatin Ma??Dia ninggalin Ocha dan hianati cinta kami..
Ma,maapin aku..aku sudah bersalah ama Mamy"
"Jangan nangis lagi inang,mamak taunya gimana perasaanmu sama dia.
Mamak tau kau sayang kali kau sama dia.
Airmatamu itu sudah cukup banyak menetes buat dia.
Sudahlah,nanti jadi sakit lagi kau kayak kemarin mikiri semua.
Ingat,mamy gak ada lagi disampingmu.
Mamy gag dekat lagi samamu buat kau cerita dan bisa nangis dipelukan Mamy lagi.
Gak bisa Mamy sekarang menghapus airmatamu itu inang"
Aku berkata dalam hati,"Tuhan,masih bisakah Mamy ku ini menghibur aku dikala aku sedih seperti ini??
Padahal aku tahu sendiri bahwa hatinya itupun sedang terluka saat ini??
Mengapa begitu kuat dan tegarnya hati Mamy ku ini..
Padahal aku tahu bahwa kami sama,kami sama-sama sedang terluka.
Tuhan,maafkanlah aku yang hanya bisa nangis menerima ini smua.
Aku berusaha untuk setegar Mamy,tapi berulang kali aku jatuh karna bayangan itu merasuki pikiranku..
Aku tak mampu menepisnya Tuhan,sungguh-sungguh sangat sakit sekali rasanya ini..
Aku sayang sekali sama Wahyu
Mengapa Mamy ku ini begitu peka sekali sama perasaanku??
Sementara aku,diwaktu dia menangis kemarin,hanya mampu berdiri didepan pintu dan tak berani masuk untuk menghibur hatinya yang sedang terluka??
Mengapa Mamy masih bisa tersenyum padaku saat ini dan menawarkan pelukannya buatku??
Mam,kita sama-sama sayang mereka,tapi mengapa mereka jahat sekali sama kita??
Ma,aku tahu hatimu pun tak mampu tersenyum sempurna sama seperti aku..
Mengorbankan bahagiamu dan senyummu buatnya..
Dashyatnya hatimu ini yang juga sekarang kuterapkan dakam hidupku untuk Wahyu..
Mamy,maafkan aku.." (sambil menangis)
Mamy selalu support aku saat ini..
Mamy juga bertanya dengan rencanaku yang ingin buat surprise buat Wahyu dan kadomu itu??
Tapi aku hanya bisa diam tak menjawab..
Sekarang bola impian dan rencana itu sudah jatuh kelantai dan pecah karna tersandung tangan Wahyu..
Semua sudah tak dapat kurangkai kembali,karna beberapa pecahannya terbawa oleh dia sendiri yaitu cintaku..
Aku hanya akan bisa menatap dia dari belakang,lalu tersenyum padanya..
Ketika cinta dihadapkan pada sebuah perpisahan.Pertentangan dari dalam keluarga dan sejuta hal yang membuatku terjatuh untuk meninggalkan.Ketika saat mencoba setia walau jarak memisahkan,namun badai Penghianatan menghancurkan cinta itu.Dan kini aku terasa mati dalam kehancuran,namun Tuhan membuatku kuat.Kisah ini,antara aku dan dia,keluargaku dan bersama Tuhanku Yesus Kristus akan tertuang disini,dalam sejarah hidupku.Semoga semua kisah asmaraku dengannya menjadi PLATO ETERNITY
Plato Eternity Ocha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar