Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Sabtu, 17 September 2011

Aku Slalu Mencinta

Semalam Wahyu nelpun akuh..
Aku seneng x lah,luar biasa..
Aku sudah rindu sekali dengar suaranya.
Rindu dengar dia tertawa bersamaku..

Tuhan,aku bertrimakasih buat semalam..
Aku sungguh bahagia sekali..
Tuhan,benarkah dia sudah tak mencintai aku lagi??
Benarkah dia sudah melupakan aku sepenuhnya??
Tuhan,aku sedih jika mengetahui hal tersebut benar dan nyata..
Aku masih berharap dan ingin dia slalu mencintai aku seperti dulu lagi..

Tuhan,Ocha masih sangat mencintai Wahyu..
Sangat-sangat mencintainya sekali..
Aku tahu bebannya berat karna paksaan orangtuanya yang menuntut dia..
Tapi Tuhan,perasaanku ini tak dapat kuubah dan kulupakan begitu saja..
Terlampau besar perasaan ini yang mencintainya..

Aku tak akan melupakannya dan membuang cinta ini,tapi aku akan berusaha mengerti dia hidupnya.
Bapa,aku korbankan senyumku dan kebahagiaanku demi untuk dia bisa bahagia dan tersenyum sempurna lagi seperti dulu tanpa musti tertekan dan terkekang oleh siapapun untuk cinta ini dan masa depannya..
Bapa,kubiarkan aku yang merasakan sakit dan airmata ini menetes asal dia bisa bahagia menjalani hidupnya.
Aku mengalah demi kebahagiaannya,walau kutahu sebenarnya aku sayang dan cinta sekali padanya..

Bapa,jika aku bisa lahir kembali kedunia ini,aku ingin bisa kau pertemukan dengan Wahyu lagi dan kami bisa mengikat cinta seperti dahulu lagi..
Aku akan slalu mencinta dia Bapa..
Sama seperti janjiku yang telah kubuat di Bukit kemarin..
Aku tak pernah berhenti mencintainya seumur hidupku,hingga aku tak mampu lagi untuk melihat Mentari untuk bersinar..

#Aku akan tetap mencintaimu seumur hidupku Wahyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar