Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Minggu, 18 September 2011

Sunyi Mencekam

Sepi hidupku disini tanpamu..
Tak mampu tersenyum seperti sedia kala..
Aku terpenjara dalam kesunyian ini..
Sungguh kondisiku sangat mencekam sekali..
Seakan-akan ingin siap untuk menelan ataupun menenggelamkan aku..

Sudah terhitung lama,aku belum bisa tertawa ataupun tersenyum lepas lagi..
Aku korbankan semua hanya untukmu seorang,demi kebahagiaanmu..
Sekarang Wahyu pun telah pergi dari hidupku,semakin membuat senyumku hilang ditelan sang waktu..
Wahyu tinggalkan aku dalam kesepian yang mencekam ini..

Aku takut,frustasi,dan hampa menjalani semua yang ada disisiku sekarang ini..
Berulang kali jatuh dan terpuruk jika mengingat bayangan yang dulu itu..

Setiap kali malam datang,aku takut untuk tertidur dan tak mampu untuk itu..
Aku takut,jika esok aku terbangun,aku akan merasa sakit yang luar biasa didalam hatiku ini..
Membuat aku down dan disitulah Gastritis akan slalu menyerangku dan menginjeksiku.
Sakit sekali rasanya dan membuat pandanganku kabur..

Aku sangat menyesali kata itu bisa keluar dari mulutmu..
Aku tak percaya dan sebenarnya belum sanggup menerimanya setelah semua apa yang terjadi..
Aku jadi merasa tak ada artinya sekarang..
Aku tlah hancur dan tercekam sekarang..

Entah apalagi yang harus kuperbuat untuk mampu bangkit dan menghapus bayangan buruk itu,selain berdoa kepada Tuhan untuk diberi kekuatan dan memohon ampun padaNya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar