Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Minggu, 18 September 2011

Dear Wahyu

Wahyu,sekarang kita sudah mengakhiri sgalanya..
Seandainya kau memberi aku waktu untuk bisa menyelesaikan misiku..
Karna aku sudah menyiapkan sesuatu padamu..
Aku berencana untuk membuat Surprise padamu dihari ulangtahunmu..
Jauh-jauh aku sudah menyiapkan sgala rencana ini..

Aku ingin memberi satu hal yang tak akan pernah kau lupakan dan dapatkan dari hidupmu..
Memberi sebuah kado terindah yang bisa kulakukan..
Tapi,semua hanya rencana,kau terlebih dahulu menghancurkan rencanaku..
Kau berubah,kau tak lagi memperdulikanku..
Kau slalu berbohong padaku yang slalu menyakiti batin dan hatiku ini..

Aku sudah ajak beberapa orang kerjasama untuk menyiapkan misi ini..
Aku berencana datang dari Medan tanggal 11 November 2011 ini..
Segala rencana dan ide sudah tersusun serapi mungkin..
Dengan memohon Tuhan turut bekerja atas rencanaku ini..
Tapi kuasa Tuhan mungkin tak mengijinkannya dan lebih memilih untuk kita selesai dan Wahyu pun memilih untuk itu..
Aku tak mampu berkata apalagi..
Aku sudah menyiapkan kadonya buatmu dan sekarang ada ditanganku..


Kau pernah berkata padaku menginginkan sebuah benda yang pernah Wahyu lihat,tapi tak bisa mendapatkannya karna keterbatasan Uang..
Kemarin aku berusaha mencarinya dan aku menemukannya,lalu aku membelinya sebagai kado untukmu..
Tapi sekarang aku hanya bisa menyimpannya saja dan angan-anganku untuk kita bisa melewati hari ulangtahunmu itu mungkin hanyalah sebuah mimpiku saja..


Dihubungan kita yang mulai goyah,aku berencana sedikit mengubah rencanaku itu..
Aku berencana dihari itu kita bisa Kencan,dan itu adalah kencan terakhir kita jika memang Wahyu mengakhiri segalanya..
Ocha pengen bisa jalan ama Wahyu untuk yang terakhir kalinya dan Ocha bisa mengukir senyuman terindah dalam wajah Wahyu yang mungkin selama ini tak mampu lagi tersenyum sempurna..
Ingin mengembalikan senyummu itu dahulu..

Ingin Ocha memeluk Wahyu juga untuk yang terakhir kalinya jika bisa..
Menggenggam kedua tanganmu itu dan menciumnya..
Mengungkapkan seluruhnya betapa besar cintaku ini padamu..
Walau Ocha tahu bahwa tidak akan mudah Ocha bisa menjalani semua jika memang saat itu kita akan berakhir..


Tapi inilah niat dan rencana yang sudah kususun sejak lama untukmu..
Seandainya Wahyu bisa menunggu dan memberi waktu buat Ocha saat itu..
Rencana terbesarku ini ingin skali kuwujudkan..
Tapi ini cukup rahasiaku dan kau tak perlu tahu akan ini..


Cukup sudah rencana itu pecah dan jatuh hancur dari kedua tanganku karna tersandung oleh tanganmu..
Itu sudah pecah berkeping-keping,dan sekarang aku sedang berusaha menatanya kembali,tapi mungkin tak akan dapat terbentuk lagi..
Airmata inipun mengalir deras membasahi kedua pipiku melihat bola impian itu kau hancurkan..
Cintakupun kau benar-benar hancurkan berkeping-keping..
Sungguh-sungguh sakit dan hancur sekali rasanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar