Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Rabu, 14 September 2011

Setengah Mati Merindu

Hari ini kuterpaku ditempat tidur ini..
Hanya suara musik Kerispatih yang menemaniku.
Terlintas dalam pikiranku bayang wajah Wahyuku yang sangat kucinta.
Aku mencoba tepiskan bayangnya dalam ingatanku sejenak,tapi aku tak mampu sama skali..

Tiba" Tanpa disengaja,aku memutar lagu Kerispatih yang berjudul "Sebentuk Hatiku Buat Kekasihku".
Aku mendengarkan lagu itu dengan penuh penghayatan sekali.
Memahami setiap lirik yang tercipta:
"Bila Kau memang bukanlah cinta sejati,mungkin aku takkan pernah mengerti.
Hati yang tulus,setia yang indah dan semua yang terjadi antara kita.
Maaf untuk semua cara yang salah,itu hanya inginku membuktikan tiada yang lain dalam hidupku.
Sungguh tak ada maksud tuk menyakitimu.


Sebentuk Hatiku buat kekasihku, mengiring Rinduku yang slalu untuknya.
Memang tak selalu ada yang terbaik dari diri ini dan juga dirinya,namun kuyakin cinta ini takkan pernah salah.. 

Lagu ini membuatku meneteskan airmata..
Aku sangat merindukan Wahyu,rindu setengah mati.
Aku ingin sekali berjumpa dengannya sekarang dan memeluknya erat,seperti aku memeluk Boneka Alfred ChaNo Teddy Bear ini yang slalu menemani aku dan aku akan memeluknya erat jika merindukan Wahyu..
Boneka ini yang menjadi teman setiaku,dan yang slalu mendengar ketika aku menangis dan menyebut nama Wahyu tiap aku merindukannya.
Rasa rinduku ini tak dapat aku explore lagi,rasa rinduku padanya sangat menyiksa batinku..
Ditambah lagi dia yang tak pernah ngabarin aku sudah hampir tiga minggu ini.
Dia sedang apa,lagi apa,dia sehat atau gak??,udah makan atau gak??
Begitu banyak pertanyaan yang bergejolak dipikiranku saat ini..

Tuhan,aku sungguh sangat merindukannya,ingin mendengar suaranya..
Airmataku menetes semakin deras,tak mampu untuk kubendung..
Ingin sekali rasanya aku berlari ditepi pantai..
Berlari sekencang-kencangnya,lalu berteriak sambil berkata "Wahyu,aku merindukanmu!!"
Sampai airmataku ini menetes dan membiarkan saat itu hujan dan membasahi tubuh ini..

Hujanpun ikut menangis melihat betapa sedih dan hancurnya hati ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar