Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Minggu, 06 November 2011

Merindukan Wahyu




Sudah satu minggu tak ada komunikasi dengan dirimu..
Sedang apakah dirinya..
Sudahkah dia mendapati senyumnya yang dulu??
Apakah dia sudah menikmati hidupnya dengan kekasih barunya itu??

Tuhan,walau aku berusaha tegar..
tetapi aku tetap rapuh dan terjatuh..
Aku tetap menyisahkan airmata untuk dia,Wahyu..
Aku tetap belum dapat melupakan dia..

Dalam tiap hariku selalu mendoakan kebahagiaannya..
Dengan ketulusan hatiku dengan penuh airmata..
Selalu meminta itu,agar dia bahagia dengan kekasih barunya..

Aku sudah menjauhinya,dan tak mengusik hidupnya lagi..
Ini semua dia yang memintanya..
Aku akan melakukan apapun buat dia..
Demi kebahagiaannya dan senyuman sempurna itu..
Tak ingin melihat dia meneteskan airmata..
Hanya akan terus membuat dia bahagia sekalipun mengorbankan nyawa ini..

Tuhan,hanya kita berdua yang tau rasa ini..
Rasa yang kusembunyikan dari dia dan oranglain..
Hanya bisa terus memendam rasa ini..
Dengan mencintainya secara diam-diam..

Sakit memang bisanya berdiam..
Tapi beginilah caraku saat ini yang bisa..
Untuk mencintanya dan menyayangnya..
Jika aku ungkapan,itu hanya akan membuat senyumannya pudar..

Malam ini kubongkar lagi cinta dalam hati ini..
Aku sejenak mengingat masa indah dulu..
Hmmpphh,sangat merindukan wahyu yang dulu..
Merindukan Wahyu yang slalu ada buatku..
Wahyu yang membuatku tenang jika berada disampingku..

Dimanakah aku akan menemukannya lagi??
Dia sudah tak ada disini lagi..
Dia sudah berlari tinggalkanku kepelukan wanita lain..
Hanya menyisahkan luka dihati..
Ingin berdiri tegak dan tersenyum..
Namun masih tak mampu lagi..
Karna sebenarnya Wahyu adalah senyumanku itu..

#So sadness

Tidak ada komentar:

Posting Komentar