Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Minggu, 25 Desember 2011

DiTepi Sungai Ini Kusendiri Terpaku

Sendiriku disini,diantara derasnya aliran air sungai..
Berusaha menyendiri untuk mengontrol perasaan ini..
Aku tak mampu menatapnya lagi..
Rasanya sakit sekali didada ini menahan rasa yang ada..

Sendiri bertemankan lagu Sedihku ini..
Kamu kini berada dibelakangku,tapi aku tak mampu memandangmu..
Tak mampu melihat matamu itu..
Seandainya kamu tau bagaimana aku sebenarnya sangat berjuang untuk menutupi rasaku ini dan tersenyum seolah tak ada yang terjadi ataupun tak ada kesakitan itu..

Aku tak dapat mengobati rasa ini dan sungguh tak mampu jika kita begini..
Rasanya aku semakin tersiksa dengan keadaan ini..
Aku sudah berusaha menjauh dengan harapan dengan begitu aku mudah melupakanmu dan perasaan ini,tapi mengapa kamu hadir lagi..

Tuhan,apa yang harus aku lakukan lagi..
Hal yang kutakutkan ketika aku kembali ke Sibolga ternyata terjadi dan bahkan semakin menakuti ku..
Membuat aku tak mampu secara utuh bisa berdiri dan bernafas menikmati setiap moment ini..

Mengapa masih DIA dan DIA??
Apakah yang harus aku perbuat??
Ditempat ini,aku menyendiri dan meneteskan airmata dan tak membiarkan mereka tahu akan hal yang kurasa ini..
Dan dia juga tak boleh tahu akan ini..

Bertemu kembali dipersekutuan NHKBP semakin membuat jadwal jumpa kami dikatakan sering dengannya..
Tak bisa kukatakan aku Bahagia..
Karna sebenarnya itu sangat menyakitkan..
Menyakiti hati ini yang tersiksa saat bertatapan dengannya,karna ada getaran rasa cinta yang masih tertanam dihati ini..

Aku berusaha mengelak dan jauh,namun masih saja harus dalam keadaan seperti ini..
Bapa,aku mulai lelah..
Lelah slalu tersiksa oleh perasaan ini..
Lelah harus slalu jadi orang Munafik dan membohongi rasa ini..
Lelah jika harus slalu ditanyakan dan diungkit tentang dia..
Aku sudah cukup merasakan sakit saat dia melukai hatiku..

Kadang slalu berkata-kata dalam hati..
"Cha,kmu harus kuat.Jangan jatuh,dia bukan milikmu lagi.Tuhan kuatkan aku dan beri ketegaran"
Saat kata-kata ini slalu terucap,setetes airmata slalu menetes menemani kegetiran yang kurasa..

Sungguh,disore hari ini..
Di tepi sungai ini,membuat aku seolah-olah ingin memaki dan berteriak..
"Mengapa Harus Begini??"
Aku Tersiksa!!!!!
Arrrgggghhhhhhhh!!!
:(((

Tidak ada komentar:

Posting Komentar