Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Senin, 19 Desember 2011

12 Desember 2011,Nenek Tua yang Bungkuk

Senin,12 Desember 2011..
Pagi ini,sekitar pukul 06.00 aku bangun..
Aku membuka pintu teras Kos ku..
Kos'an ku berada dilantai 2..

Suatu Pandangan yang sempat membuatku meneteskan airmata adalah ketika aku melihat sosok Nenek Tua yg Bungkuk,rambutnya kusut tak teru'urus
Dia berjalan tanpa memakai Alas Kaki sedang sibuk mencari sesuatu dalam Keranjang Sampah tepat dibawah Kos ku..

Airmata ini jatuh dan menetes..
Sungguh terkejutnya Batinku pada pemandangan Pagi ini..
Aku tak mampu membayangkan,jika saja Nenekku yg dulu seperti ini..
Sudah Tua,namun masih saja harus bekerja menafkai hidupnya..
Hanya dengan mencari Botot Aqua..
Sungguh tak terbayangkan olehku..

Aku yg masih muda ini,selama ini hanya bisa mengandalkan Bapak..
Bapak yg sudah tua harus bekerja Keras di Bandung sana,berusaha untuk mengumpulkan uang utk biaya kuliah Aku dan 5 saudaraku lainnya,aku tak mampu membayangkan jika nanti Dia atau Mamy seperti ini..
Aku pasti tidak akan memaafkan diriku seandainya aku tega menelantarkan Orangtuaku seperti ini dihari Tua Mereka..
Aku tanamkan dan Bawa dlm doaku bahwa aku takkan pernah melakukannya..

Pagi itu,aku tersungkur kelantai dan menangis..
Betapa suatu pandangan dan suatu Tragedi yg menggetarkan hatiku pagi ini..
Ini mungkin sudah menjadi bagian dari Rencana Tuhan yg indah Buatku..
Pagi ini supaya aku mampu melewati hari-hariku dengan lebih bersyukur lagi dalam segala apa yg aku miliki sekarang ini..

Entah mengapa hatiku tergerak pagi ini untuk berlari kebawah dan menjumpai Nenek itu..
Aku menghapus airmataku dan bangkit berlari kebawah dan membawa sedikit makanan ( Roti ) yg sengaja kusisakan buat sarapanku pagi ini,namun tak apa buatku jika harus menahan lapar..
Aku tak punya apa" lagi,uang Bulananku pun sudah tipis dan cukup buat ongkos pulang nanti dan makan beberapa hari lagi..
Uang sudah habis buat beli Kado Ultah Mamy dan Wahyu..

Aku turun kebawah dan menjumpai Nenek itu dan memberi Roti itu..
Betapa sukacitanya Dia menyambut pemberianku itu..
Aku melihat matanya mulai berkaca-kaca seperti ingin menangis dan aku juga meneteskan airmata saat itu..
Tak ada siapa-siapa pagi itu,hanya saja beberapa Kendaraan melintas dari depan kami pagi itu..
Aku menyisipkan sedikit uang dalam Roti itu..
Dia lalu menyalami tanganku dan berkata :
"Terimakasih Nak,Tuhan besertaMu"

Kamu tahu,dimengusap airmataku dan rambutku..
Lalu dia memegang dan menyeret Karung yg dia bawa..
Tengannya sebelah Kanan memegang Tongkat yg terbuat dari Kayu dan membawa Roti itu..
Dia pamit dari hadapanku dan berlalu pergi..
Dia seperti berkata-kata dalam hati dan menoleh keatas langit sana..

Aku melihat dia dari Kejauhan berjalan tertatih-tatih dan membungkuk..
Pandanganku tak lepas dari Nenek itu,hingga beliau sudah tak tampak lagi..
Sejam sudah aku berdiri memandangi dan mengawasinya..
Lalu aku masuk kembali kerumah dan Saat Teduh..
Dalam Doaku aku meminta Tuhan jaga dan sertai Nenek itu..
Dan aku juga mendoakan buat Kesehatan Mamy yg sedang sakit..
Dan meminta Maaf pada Tuhan karna kurang bersyukur atas hidupku..
:((

Tidak ada komentar:

Posting Komentar