Plato Eternity Ocha

Plato Eternity Ocha

Rabu, 27 Juli 2011

Aku Akan Tetap Menunggumu

Sekarang usia pacaran kita sudah menginjak 1 tahun 3 bulan...
Hubunganku dengannya sekarang sedang dilanda badai yang dalam waktu sesaat bisa merobohkan kami. 
Hubungan percintaan antara aku dan dia tidak diterima orangtuanya,terlebih lagi semenjak dia masuk sekolah Pendeta.
Semuanya berubah,dia tak lagi seperti Wahyuku yang dulu.
Wahyu yang dulu slalu ada buatku,yang mampu membuatku tersenyum,dan penuh kehangatan dan kelembutan ditiap sentuhannya..
Aku bangga dengan pemikirannya yang mulai dewasa sekarang,bangga dengan hatinya yang sungguh mulia terhadap keluarganya....
Pemikiran-pemikiran yang baru yang sungguh membuatku terharu dengan kebijaksanaannya...
Walau sedikit membuat hatiku terluka.....

Sekarang dia lebih memilih masa depannya..
Dia tak memikirkan hati dan perasaannya lagi untukku.
Posisiku sebagai pacarnya hanya jadi nomor 2 dalam pemikirannya sekarang...
Awalnya berat menerima pernyataan itu,tapi aku sekarang berusaha menikmatinya...
Dulu dia yang takut kalo aku bakal mulai jauh dan takut putus komunikasi ama dia.
Tapi sekarang justru aku yang takut hal itu terjadi,dan sekarang hal yang kutakuti itu benar-benar sudah terjadi.

Jujur,aku  merindukan dirinya yang dulu.
Merindukan masa-masa kami yang dulu.
Tapi aku tak mau egois,karna ini adalah suatu komitmen antara dia dan keluarganya untuk bisa membuat orangtuanya bangga dan tak menyia-nyiakan semua jerih payah orangtuanya untuk dia mampu bersekolah.
Aku tak mampu berkutik dan menentang statement itu..
Aku benar-benar syang bangat ama dia,tapi aku juga harus bisa mengerti dengan keadaannya,sehingga tidak terlalu mau tau tentang hubungan kami.
Aku juga harus bisa mengorbankan perasaanku untuk kebahagiaan dan kenyamanan dia dalam menjalani apa yang sekarang dia tekuni...

Aku akan tetap bertahan dalam keadaan ini,walau sesulit apapun itu,aku tak akan menyerah..
Aku udah mengikrarkan janji padanya dan diriku sendiri sebelum badai ini menghadang,apapun hal yang terjadi dalam hubungan kami,aku harus tetap bertahan dan memperjuangkan cinta ini...
Walau sejauh apapun perubahan yang terjadi padanya,aku akan terima dan tetap disini menunggunya.
Dan aku juga berusaha untuk bisa memberi apa yang terbaik untuknya.
Aku harus bisa sukses dan membuktikan kepada keluarganya bahwa aku bisa,dan semua berjalan dengan hal yang diharapkan.

Hati ini sering menangis dengan keadaan ini,dan menyesali apa yang sedang terjadi.
Tapi aku tak bisa,aku takut airmataku membuat hubungan kami berakhir.
karna aku sudah janji padanya bahwa aku tak akan menangis lagi dengan kenyataan yang ada.
Aku akan berusaha untuk tegar dan menerima semua dengan berbesar hati.
Aku hanya mampu meminta kepada Tuhan untuk dianugrahkan sebuah kekuatan untuk mampu menjalani semua ini.

Aku sangat merindukannya,walau aku tahu bahwa dia tak pernah merindukanku.
Sakit sebenarnya mengetahui hal itu keluar dari mulutnya,tapi tak apa buatku.
Asal itu membuatnya nyaman dan itu adalah sebuah kejujuran darinya..

Aku tak ampu bila untuk menghianati cinta ini dan membuka hati untuk pria lain.
Karna cintaku terlalu besar untuknya dan tak akan bisa berpaling.
Hatiku tak mampu berbohong untuk hal itu.
Aku sangat mencintai Wahyu..
Walau aku sekarang aku jatuh begitu dalam dan tertatih dalam menjalani hubungan ini,tapi aku yakin mampu.
Dia adalah cinta terakhirku.....
Ocha Always Luph Wahyu,Forever and Ever....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar