Damn.
Aku punya 5 orang yg kucintai dalam hidupku.
1.Mamy
2.Bapak
3.Kakakku
4.Keponakanku
5.Abangku
Aku disuruh menulis nama mereka disebuah kertas.
Lalu aku dihadapkan pada sebuah pilihan untuk mencoret satu persatu nama mereka yang mungkin tak begitu aku cintai.
Sungguh berat jemariku untuk memegang pena dan mencoret nama mereka.
Suatu pilihan yang memberatkan keadaanku.
Pertama,aku menggoreskan pena dan mencoret nama Abangku.
Awalnya terasa biasa.
Lalu Kedua,aku juga disuruh mencoret orang kedua dan itu adalah nama Keponakanku.
Aku mulai menangis dan mengingat wajah Mereka yg selama ini dapat membuat hatiku tenang dan damai jika usai sekolah N kelelahan bisa bermain dan membagi tawa canda dengan Kedua keponakanku
Ketiga,aku menggoreskan pena dan tinta pada kertas dan mencoret nama Kakakku.
Aku juga menangis dan tak dapat kubayangkan jika harus kehilangan mereka yg selama ini slalu membantu dan membimbing jalan hidup dan masa depanku.Mengajarku bagaimana bersikap dewasa.
Keempat,pena dan Tinta dimainkan Jemariku dan menghapus Nama Bapak.
Tangisku semakin menjadi.
Entah apa jadinya jika aku hidup tanpa Bapak.
Bapak yg selama ini berjuang dan berkorban untuk menafkai kami sekeluarga.
Sosok Bapak yg walau Keras dan suka marah2,tapi aku benar2 mencintainya.Wlau Bapak terkadang suka melukai aku.
Tapi,Aku tak mampu kehilangannya,karna masih banyak sejuta hal yg ingin aku lewati dan berbagi bersamanya.Karna Aku tau dia mencintaiku.
Kelima,Jemariku menahan untuk memainkan Pena dan Tinta untuk memilih menghapus nama Mamy.
"Ya Tuhan,kali ini aku benar2 tak sanggup jika harus menghapus namanya"
Aku tak dapat membayangkan ketika aku pulang,Mamy terbaring kaku dihadapanku,sementara Aku belum melakukan apapun padanya.Mamy yg selama ini jadi sahabat Karibku sekaligus jadi Orangtuaku.Mamy yg slalu berjuang untuk membela aku dihadapan Bapak jika aku salah dan mencegah Bapak jika ingin memukuli aku sewaktu Kecil.
Mamy yg slalu kuat dan tegar membesarkan aku hingga aku sebesar ini.Slalu sabar menghadapi sikap dan sifatku yg suka melawannya dan Mamy yg slalu tegar jika Bapak Marah dan melukai hatinya.
Mamy slalu ada untukku.
AKU BENAR-BENAR TAK SANGGUP TUHAN.
Aku lebih memilih untuk mencoret namaku sendiri dari dunia ini daripada Ibu.
Air mataku menetes dan Sesekali Aku menjerit kecil di'isak tangisku.
Cukup permainan Jemariku untuk menggoreskan Pena dan Tinta untuk menghapus Nama Orang yang aku cintai satu persatu.
Aku sangat-sangat mencintai Mereka dan membutuhkan Mereka walau apapun yg terjadi.
"Mam,Dad,Sista,Child,N brother,Luph U All"
PACE E BENE.
Ketika cinta dihadapkan pada sebuah perpisahan.Pertentangan dari dalam keluarga dan sejuta hal yang membuatku terjatuh untuk meninggalkan.Ketika saat mencoba setia walau jarak memisahkan,namun badai Penghianatan menghancurkan cinta itu.Dan kini aku terasa mati dalam kehancuran,namun Tuhan membuatku kuat.Kisah ini,antara aku dan dia,keluargaku dan bersama Tuhanku Yesus Kristus akan tertuang disini,dalam sejarah hidupku.Semoga semua kisah asmaraku dengannya menjadi PLATO ETERNITY
Plato Eternity Ocha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar